Kasus Pejabat Pamer Uang, Polisi Bisa Turun Tangan Lakukan Penyelidikan

oleh -204 views
Ilustrasi Video

TANGERANG, terbitanbanten.com – Akhir-akhir ini fenomena pamer uang kerap mencuat. Selain artis, hal seperti ini juga dilakukan oleh pejabat publik. Seperti aksi pamer duit yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) di Mojokerto Jawa Timur beberapa waktu lalu.

“Kami juga dengar, di Tangerang ini ada seorang pejabat publik yang memvideokan dirinya sedang menghitung tumpukan uang. Jika ini benar, maka patut disesalkan,” ujar Ketua LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Indonesia Kabupaten Tangerang, Sahari.

Menurutnya, jika hal ini benar, maka aparat Kepolisian bisa melakukan penyelidikan untuk menanyakan, darimana asal-usul uang tersebut. “Apalagi, jika sampai dalam jumlah besar, perlu dipertanyakan darimana sumbernya,” ungkap Sahari.

Hal ini disampaikan untuk peringatan bagi siapa saja agar tidak sembarangan memamerkan uang dalam jumlah banyak, baik dalam bentuk foto maupun video. Sebab, kata Sahari, ini bisa jadi bukti permulaan polisi untuk mengusutnya.

Dia juga mendorong aparat Kepolisian di wilayah Tangerang ini untuk menyelidiki, apakah benar ada pejabat publik di wilayah ini yang direkam sedang menghitung tumpukkan uang. “Tentu saja hal ini bisa didalami,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Redaksi terbitanbanten.com beberapa hari lalu menerima sebuah kiriman video berisi rekaman seseorang yang diduga adalah pejabat sedang memamerkan tumpukan uang.

Tampak dalam rekaman, pria ini ditemani seorang wanita terlihat sedang menumpuk puluhan ikatan uang pecahan Rp100 ribuan dan Rp.50 ribuan.

Dalam sesi yang lain, pria yang dalam video mengenakan seragam coklat-coklat mirip seragam ASN ini lantas mengatakan sesuatu. Sayangnya, tidak begitu jelas apa yang dikatakan pria itu.

Video tersebut langsung menjadi buah bibir sejumlah elemen masyarakat  Tangerang, khususnya di wilayah Kecamatan Kresek dan sekitarnya.

Penulis: Ananta Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *